Upacara Hari Kesaktian Pancasila Taufik Kiemas Salah Ucap Empat Kali


Ketua MPR Ketua MPR Taufik Kiemas kembali keseleo lidah dalam upacara kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Jakarta, Jumat (01/10). Taufik yang didaulat untuk membaca pembukaan undang-undang dasar (UUD) 1945 dan Pancasila ada beberapa yang salah

TK keliru membacakan sila kelima Pancasila dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (1/10).

“Keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia,” ucap TK. Padahal seharusnya sesuai sila kelima Pancasila, berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Tahun lalu, TK juga pernah dikritik saat salah menyebutkan nama presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat pertama kali memimpin sidang Paripurna MPR.

Dalam upacara yang dipimpin oleh Presiden SBY sebagai inspektur upacara ini, selain TK, secara bergantian para pejabat tinggi negara menjadi petugas upacara.

Ketua DPD Irman Gusman menjadi pembaca teks Pancasila, dan Ketua DPR Marzuki Alie membacakan Ikrar Kesetiaan terhadap Pancasila. (*)

Tahun lalu, TK juga pernah dikritik saat salah menyebutkan nama presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat pertama kali memimpin sidang Paripurna MPR.

Dalam upacara yang dipimpin oleh Presiden SBY sebagai inspektur upacara ini, selain TK, secara bergantian para pejabat tinggi negara menjadi petugas upacara.

Ketua DPD Irman Gusman menjadi pembaca teks Pancasila, dan Ketua DPR Marzuki Alie membacakan Ikrar Kesetiaan terhadap Pancasila. (*)

Di paragraf kedua, berbunyi “Dan perjuangan pergerakan” tapi dibaca oleh Taufik “Bahwa perjuangan pergerakan”. Ketika membaca kalimat itu, Taufik juga mengalami kesulitan untuk mengucapkannya. 

Dua kesalahan lainnya terjadi ketika membaca paragraf ke empat. “Maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia”, tapi Taufik tidak mengucapkan Indonesia. Serta kalimat “Persatuan Indonesia” tapi diucapkan “Persatuan Indonesia yang dipimpin oleh”. 

Kesalahan lainnya ialah di bagian akhir pemnbukaan. Di mana seharusnya “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” tapi dibaca oleh Taufik “Keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia”. 

Usai upacara Taufik yang ditemui wartawan meminta kemakluman dari semua pihak. 

“Biasa, namanya juga orang tua. Agak salah bacanya,” tukas Taufik. 

Taufik mengaku teks yang dibacanya cukup besar. Tapi kesalahan pengucapan itu karena dirinya sendiri. “Teksnya cukup besar. Saya saja yang salah baca,” cetusnya.

Advertisements

About fahmiaji

aq th ank min malang sd
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s